Archive for June, 2007


KETIKA AKU HARUS BERGUMUL

Tanpa aku sadari, aku harus melakukannya.. dalam pergumulan yang amat berat ini aku harus berjuang sendiri untuk menyelesaikan suatu tantangan hidup. Kadang aku hampir putus asa.. tp aku tau begitu aku menyerah, disitulah letak kekalahan aku.. jadi aku gak mau menyerah aku mau terus berjuang demi suatu kemuliaan yang ada dibalik badai..

Tuhan.. saat ini aku dah masuk di hari ke-2 dari 3 hari 3 malam aku berpuasa.. namun aku harus bisa.. aku menyadari mengapa aku harus lakukan ini.. aku melihat bagaimana Ester dapat menyelamatkan bangsa Israel dari kebinasaan ketika haman akan mengancam untuk membinasakan seluruh umat Israel.
Tuhan.. ini sangat menentukan dalam hidup aku.. aku mohon belas kasihanMu Tuhan, akumohon kasih karuniaMu, aku mohon campur tanganMu dalam menyelesaikan ini semua. Bukan hanya lapar, haus, tp kondisi fisik aku yang saat ini sedang lemah.. membuat aku harus berjuang..

Tapi aku harus bisa.. gak ada gunanya aku mengeluh, atau bersungut2.. yang ada aku harus cari Tuhan dan melunakkan hatiNya.. dan menjadi Pembela yang ajaib bagiku.. Tuhan Yesus.. maukah Engkau menjadikan puasaku kali ini sebagai suatu penyembahanku.. aku gak punya kata2.. aku gak punya apa2.. yang kuingin saat ni hanya Engkau.. Tuhan aku butuh Engkau..

Tuhan.. Engkau terlalu mulia untuk menyelesaikan masalah sepele seperti ini.. tp bagi aku untuk mendapatkan 150 juta dalam waktu 2 minggu adalah perkara mustahil.. aku hanya pasrah kepadaMu ya Tuhan.. aku hanya pasrah.. Engkau gak akan pernah mempermalukan umatMu.. Tuhan.. ini aku.. semua yang kupunya adalah milikMu.. aku percaya dan sangat percaya.. bahwa Engkau sanggup.. mengadakan mujizat.. walau saat ini didepanku ada laut teberau dan dibelakangku ada pasukan Firaun.. disinilah Engkau di sebut sebagai Tuhan yang membuka jalan.. makasih Tuhan yang baik.. 1 hari kedepan aku hadapi dengan ucapan syukur.. rasa lapar dan haus dan kelemahan tubuh ini gak akan bisa menghalangi aku untuk menemukan Tuhan.. amin.

ASET YANG TERABAIKAN

"Pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. (Efesus 5:16)"

Li Pai adalah seorang bocah yang suka bermalas-malasan dalam belajar.
Ia lebih senang bermain-main daripada menghabiskan waktunya untuk
membaca atau menulis. Suatu hari, saat gurunya tidak masuk, Li Pai
keluar dari kelas dan pergi bermain-main di tepi sungai. Ketika hendak
menangkap ikan, ia melihat seorang nenek sedang memusatkan perhatiannya
pada sebatang besi yang diasahnya di atas sebuah batu. Selama setengah
hari, Li Pai memperhatikan nenek tersebut bekerja namun si nenek tetap
saja mengasah batang besi tersebut. Li Pai menjadi sangat bingung.
Penuh rasa penasaran, Li Pai pun bertanya, “Nenek sedang apa?”

Nenek
yang sudah tua itu pun menjawab, “Saya sedang mengasah sebuah jarum
untuk menyulam.” “Mengasah jarum? Batang besi sedemikian besarnya, mau
diasah sampai kapan?” kata Li Pai penuh rasa heran. “Benar, nak!” ujar
nenek sambil mengangkat kepala dan memandang Li Pai, “walaupun batang
besi ini besar, namun jika terus diasah akan menjadi semakin kecil.
Asalkan saya tidak berhenti mengasah, batang besi ini pasti akan
menjadi jarum.” Mendengar itu, terbukalah mata hati Li Pai. Ia menjadi
sadar betapa seringnya ia membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak
berguna. Saat itu juga ia mengambil komitmen untuk lebih tekun dalam
belajar. Puluhan tahun kemudian ia pun dikenal sebagai seorang penyair
besar.

Cerita tentang Li Pai ini seakan hendak “menyindir” begitu banyak umat
manusia di muka bumi ini. Bagaimana tidak, terlalu sering kita
menghabis-habiskan waktu dan energi kita untuk hal-hal yang tidak
produktif. Mulai dari sekadar tidur berlama-lama, melamun hingga
berjalan-jalan tanpa tujuan yang pasti. Sebagian orang barangkali
menyadari kesia-siaan tersebut namun tampaknya sebagian besar sama
sekali tidak menyadarinya.

Salah satu aset berharga demi meraih
kesuksesan hidup adalah waktu yang diberikan Tuhan kepada manusia.
Selama kita masih hidup, kita selalu punya peluang untuk menciptakan
kehidupan yang lebih baik. Saya rasa, Tuhan sangat adil karena semua
manusia diberikan waktu 24 jam sehari. Bukankah tidak ada manusia yang
diberikan waktu 23,5 jam sehari atau 25 jam sehari? Semua diberikan
waktu yang sama namun bagaimana kita memanfaatkannya sepenuhnya
tergantung kita.

Dalam berbagai seminar dan training saya selalu
menegaskan bahwa salah satu hal mencolok yang membedakan orang sukses
dan orang gagal adalah bagaimana mereka mengisi waktu mereka. Ketika
orang-orang gagal sedang duduk sambil ongkang-ongkang kaki, orang-orang
sukses telah memulai menabur dan bekerja keras. Itulah sebabnya ketika
orang-orang sukses menuai, orang-orang gagal hanya bisa gigit jari,
bahkan terkadang merasa iri.

Ketika memberikan training di
sebuah toko buku besar di Jakarta, saya bertanya kepada para staf
berapa banyak waktu yang mereka luangkan setiap hari untuk membaca.
Anehnya, sebagian besar menjawab sama sekali tidak pernah. Alasannya
sangat sederhana: tidak punya waktu. Kemudian saya balik bertanya,
setiap hari berapa jam yang mereka habiskan di atas kendaraan umum
untuk pulang pergi kerja. Umumnya menjawab satu hingga dua jam. “Nah,
mengapa satu sampai dua jam itu tidak diluangkan untuk membaca?” tanya
saya. Jika kita tahu mana yang penting dan merupakan prioritas maka
kita lebih terdorong untuk melakukannya secara serius. Jika tidak, kita
cenderung diombang-ambingkan oleh kehidupan dan membiarkan waktu
berlalu begitu saja.

Seorang sahabat pernah memberikan saya sebuah puisi berjudul Pentingnya Waktu.
Berikut kutipannya: “Untuk mengetahui nilai satu tahun, tanyakanlah
kepada siswa yang gagal ujian akhir. Untuk mengetahui nilai satu bulan,
tanyakanlah kepada ibu yang melahirkan bayi prematur. Untuk mengetahui
nilai satu minggu, tanyakanlah kepada seorang editor surat kabar
mingguan. Untuk mengetahui nilai satu jam, tanyakanlah kepada sepasang
kekasih yang menanti untuk bertemu. Untuk mengetahui nilai satu menit,
tanyakanlah kepada seorang yang baru saja ketinggalan bis, kereta atau
pesawat. Untuk mengetahui nilai satu detik, tanyakanlah kepada seorang
yang selamat dari kecelakaan. Untuk mengetahui nilai satu milidetik,
tanyakanlah kepada seorang yang meraih medali perak di Olimpiade.”

Ya,
waktu memang sangat penting. Tidaklah berlebihan jika ada orang yang
selalu berdoa dan mengucap syukur atas waktu yang dikaruniakan Tuhan.
“Terima kasih kasih Tuhan atas hari ini karena hamba-Mu masih Engkau
perkenankan melakukan hal-hal berguna demi memuliakan nama-Mu di muka
bumi ini,” begitu doa seorang pemuda setiap bangun pagi. Menjelang
tidur, ia pun berdoa, “Tuhan terima kasih atas hari ini. Terima kasih
atas kesempatan yang telah Engkau karuniakan kepada hamba-Mu ini.
Semoga apa yang aku lakukan hari ini sungguh berguna, tidak hanya bagi
diriku tapi juga bagi sesamaku dan yang terpenting bagi kemuliaan
nama-Mu. Barangkali aku memang belum bisa memanfaatkan waktuku secara
maksimal. Semoga aku masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri
esok hari. Amin.”

Ijinkanlah saya menutup jumpa kita kali ini
dengan nasihat dari seorang sahabat, “Seinci waktu adalah seinci emas
tetapi kita tidak dapat membeli seinci waktu dengan seinci emas. Jadi,
pergunakanlah waktumu sebaik-baiknya karena waktu yang telah lewat
tidak akan pernah kembali lagi.”

DOA KU

Suatu ketika disaat aku lagi bimbang, sedih, frustasi.. pengen habisin waktu didepan komputer.. sewaktu aku liat friendster.. tiba2.. aku melihat ada pesan di sana dari seorang temen yang aku gak kenal tapi saudara di dalam Tuhan. aku mulai membaca setiap kata demi kata, aku tau dia kirim pesan ini krn dia pasti diberkati dan dia pengen semua orang tau dan diberkati olehnya.

Mungkin kamu menganggap hal sepele.. tp sewaktu aku membacanya.. yang aku baca tersebut sangatlah memberkati aku.. sekarang aku semangat lagi untuk beri yang terbaik buat Tuhan. angel.. thanks a lot.

ini juga salah satu ungkapan hati angel yang bagiku jg sangat memberkati aku.

Yesus tidak hanya mendengar doa doa yang tertanam didalam hati kita.
yang dipanjatkan dalam dekapan bantal bantal yang ternoda oleh air mata
kita. bahkan Ia sudah mendengar sebelum doa doa itu terucapkan. itu
sebabnya tidak peduli seberapa jauh kita sudah meninggalkanNya. Ia
tetap menanti kita kembali. dalam keadaan seperti apapun aku hari ini
aku tahu bahwa Engkau Bapa yang selalu mendengar saat aku berteriak.
Bapa yang selalu memberi saat aku meminta Bapa yang selalu membukakan
pintu saat aku mengetuk. Bapa yang punya rancangan terbaik bagi hidupku.

Kadang gw kalo pas kena masalah baru deket sama Tuhan. gw tuh bener2
anak yang kurang ajar bgt ya. gw pas seneng mana pernah bersyukur? apa
seh yang Tuhan bisa harap dari gw. bisanya cuman buat dosa tanpa bisa
memberitakan injil. Tuhan ampunilah aku yang telah pergi jauh
meninggalkanMu namun didalam hati kecilku sejauh apapun aku berjalan,
sedalam apapun aku jatuh kedalam lubang didalam hati kecilku aku selalu
meneriakan namaMu Yesus. didalam diriku aku tidak ingin berpaling
dariMu karena hanya Engkaulah tempatku mengadu hanya Engkaulah yang
mengerti akan diriku hanya Engkaulah yang mampu menerimaku apa adanya.
tetapi aku hanya bisa menyakiti hatiMu. disaat aku hilang dari para
kawanan domba. Engkau masih mancariku dan menegurku. Engkau masih
mencariku dan memanggilku namaku. aku sangat terharu. Engkau memberiku
banyak masalah agar aku tahu bahwa Engkau masih mencintaiku dan
membantuku untuk menghadapi masalah itu supaya aku semakin dekat
denganMu Tuhan. izinkan aku untuk terus menjadi hambamu. ajarkan aku
supaya tidak sombong, cepat marah, iri, dan menjudge orang lain
sedangkan aku sendiri tidak sempurna dan maseh banyak kesalahan dalam
hidupku. ajarkan aku untuk bisa melayani sesama sepertiMu Tuhan.
ajarkan aku untuk dapat mengasihi sesamaku seperti aku mengasihi Engkau
Tuhan. terkadang rasa benci yang sangat jahat selalu menjadi batu
loncatan didalam hidupku. aku orang yang sangat mudah dendam. ajarkan
aku untuk lebih bisa memaafkan kesalahan orang lain Tuhan seperti
Engkau memaafkan kesalahanku. i love You YESUS.

Allahku yang setia

Sekalipun ku berjalan lewat lembah gelap, namun tanganMu selalu menopang hidupku.

Saat kudalam ketakutan. Kau hadir disisiku. Kau berkata jangan takut Kau briku kemenangan.

Kaulah Tuhan yang berjanji. tak sekalipun Kau ingkari. kesetiaanMu
sungguh terbukti dispanjang hidupku. tuk selamanya kukan setia melayani
mengasihiMu. tiada Tuhan sepertiMu. kau Allahku yang setia.

amin

MIMPI INDAH

M1mP1 TeR1nDaH
Aku : "Zzzzz Zzzzz Zzzzz……"

TUHAN : "Bangun !!!"

Aku : "Hmmm…. siapa ya ?"

Tuhan : "AKU ??? AKU TUHAN. AKU dengar di doamu, kau ingin bicara langsung dengan-KU, maka doamu KU-kabulkan."

Aku (tertegun) : "Oh, aku tidak menyangka doaku dikabulkan,. Lalu kita ada di mana ?"

TUHAN : "Di dalam mimpimu, ini media paling mudah untuk berbicara."

AKU(tertegun): "Ooooh…"

TUHAN : "KU-dengar di doamu, kau ingin mengajukan pertanyaan kepada KU. AKU ingin mendengarnya sekarang."

Aku : "Benar. Bisakah sekarang kumulai ?"

Tuhan : "Tentu."
Aku
: "TUHAN, tahukah ENGKAU bahwa dunia yg KAU ciptakan ini penuh dengan
ketidakadilan. Banyak orang percaya dianiaya. Orang benar menderita.
Itu tidak adil TUHAN !"

TUHAN : "Menurutmu, apakah adil, ketika AKU mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosamu??"

Aku : "Kalau begitu, semua orang benar harus menderita di dunia, begitu ?"

TUHAN
: "Apakah penderitaan itu selamanya ? Mengapa ketika menderita manusia
selalu bertanya "mengapa harus aku?". Tetapi, ketika senang, mereka
tidak pernah bertanya, "mengapa harus aku?"

Aku : "Kalau begitu, mengapa banyak orang jahat hidup senang ?"

TUHAN : "Kau yakin ?"

Aku : "Ya… walaupun tidak semua …"

Tuhan : "Kalau begitu, cobalah jadi jahat, dan lihatlah, seberapa lama kau akan senang, kau bisa membuktikannya sendiri."

Aku : "Hidup ini terlalu rumit untuk dijalani, mengapa KAU selalu mendatangkan cobaan dan masalah?"

TUHAN
: "Masalah KU-ijinkan bukan untuk disesali dan dikeluhi, tapi untuk
diselesaikan. Cobaan KU-ijinkan untuk menunjukkan adanya diri-KU, dan
perlunya berserah pada-KU."

Aku : "Tapi, setiap masalah datang, Aku selalu berdoa meminta jalan keluar. Tetapi, kadang KAU tidak memberinya? Mengapa?"

TUHAN
: "Mengapa? Pertanyaan bagus! Mengapa setiap perkataan yang
KU-perintahkan padamu, kau tidak pernah melakukannya atau selalu
menunda-nunda? Sebelum engkau menuai, menaburlah terlebih dahulu."

Aku : "Mengapa manusia tidak pernah puas terhadap dirinya?"

TUHAN : "Manusia tidak akan menyadari betapa berharganya sesuatu, sampai mereka kehilangan semuanya.

Aku : "Karena itulah TUHAN, mengapa penyesalan selalu datang terlambat? Itu menyebalkan…"

TUHAN
: "Kalau belum terlambat, bukan penyesalan namanya. Kalau belum
menyesal, manusia tidak akan pernah tahu dimana letak kesalahannya."

Aku : "Memang benar. Tapi, penyesalan selalu mendatangkan penderitaan."

TUHAN
: "Ketika penyesalan datang, manusia diberi 2 pilihan. Pertama, segera
bangkit dan meninggalkan duka-citanya. Itu membuat manusia makin kuat
dan terasah. Kedua, berkata : "Aku tidak kuat, beban ini terlalu berat
untuk dijalani". itu mendatangkan penderitaan."

Aku : "Perlukah aku memelihara doa dan waktu untuk-MU setiap harinya?"

Tuhan : "Perlukah AKU mejagamu dan mengawasimu setiap harinya?"

Aku : "TUHAN, seringkali aku sudah berusaha dan berusaha, tapi selau gagal! Mengapa?"

TUHAN : "Berapa kali kau mencoba ?"

Aku : "Katakanlah 10 kali."

TUHAN
: "Bagus. Kalau begitu kau sudah mengetahui 10 cara yg tidak berhasil.
Jangan samakan kegagalan dengan pengalaman. Manusia tidak pernah gagal,
sampai dia berhenti berusaha."

Aku : "Tapi, semua itu terlalu beresiko TUHAN. Setiap usaha mempunyai resiko."

TUHAN
: "Sesungguhnya, ketika kau takut mengambil satu resiko, kau telah
mengambil resiko yang tersisa, yaitu kau tidak akan pernah berhasil !"

Aku : "Kalau begitu, bagaimana cara mendapat kesenangan hidup?"

TUHAN
: "Cintailah dirimu sendiri, dan senantiasa bersyukur. Hidup ini
sebenarnya indah. Jika masalah datang, jangan biarkan masalah menguasai
dirimu, tetapi belajarlah menguasai masalah. Ah, waktu kita habis, kau
sudah harus bangun pagi…"

Aku : "Kapan kita bisa berbicara seperti ini lagi ?"

Tuhan : "Kapanpun. Sebenarnya jarak Kita hanya dipisahkan oleh doa."

Aku : "Oke, terima kasih TUHAN atas pembicaraan yg indah ini."

TUHAN : "AKU MengasihiMu, anakKu."